Hallo Honda Lovers!

Beberapa masalah pada sistem pendingin sering kita jumpai salah satunya adalah air radiator mobil yang berwarna kecoklatan. Mungkin Sahabat Garasi pernah mengeluhkan kenapa saat menguras air pada tabung reservoir selalu berwarna kecoklatan seperti ada kandungan karat dari besi. Apakah hal tersebut merupakan indikasi kerusakan pada salah satu komponen sistem pendingin?

Air radiator mobil berwarna kecoklatan
Penyebab air radiator berwarna kecoklatan, kemungkinan bisa disebabkan dari beberapa komponen sistem pendingin sudah berkarat. Air yang berada di radiator tersebut bersirkulasi dalam engine melalui mantel air. Nah apabila radiator, blok mesin atau komponen lainya berkarat maka bisa menyebabkan air berwarna kecoklatan.

Penyebab lain air radiator mobil kotor atau cepat habis
Selain itu, ada beberapa penyebab yang mungkin membuat air radiator mobil kotor simak penjelasannya di bawah ini:

  • Tutup radiator rusak
    Salah satu hal yang menjadi penyebab dari berkurangnya air radiator mobil adalah karena tekanan tutup pada radiator yang sudah melemah. Harga Honda Brio Solo Biasanya hal ini dikarenakan kerusakan yang ada pada karet pada bagian tutup radiator yang dapat membuat air lebih cepat habis dibandingkan biasanya.

Baca Juga : Cara Ganti Ban Mobil Gunakan Dongkrak

  • Kebocoran pada komponen water pump
    Water pump merupakan komponen yang berfungsi untuk memompa serta sebagai sirkulasi air yang ada di dalam mesin. Jika terjadi kerusakan pada komponen ini, maka akan menyebabkan penurunan volume air radiator yang cukup drastis. Bahkan kebocoran yang disebabkannya akan sangat besar, karena air yang mengalir akan cukup deras.
    Untuk mengatasinya, tentu saja anda harus melakukan perawatan yang tepat seperti menguras air radiator mobil dua bulan sekali untuk menghindari pengendapan karat. Selain itu, gunakan air yang berkualitas agar kinerja water pump menjadi maksimal.
  • Kebocoran di sirip komponen radiator mobil
    Kebocoran yang terjadi pada sirip radiator biasanya tidak akan mudah terlihat dikarenakan beberapa hal, seperti sudah kering ataupun menguap sebelum air menetes. Promo Honda Solo Namun hal ini menjadi salah satu penyebab air radiator berkurang. Untuk itu cek lah secara rutin pada bagian bagian tersebut, sehingga bila terjadi kebocoran pada tabung radiator mobil bisa segera diatasi.
  • Kerenggangan selang air radiator mobil
    Penyebab lainnya dari penurunan air radiator yang cukup drastis biasanya dikarenakan kurang rapatnya selang yang terpasang pada komponen adiator mobil. Celah tersebut membuat air mudah keluar dari celah antara selang dan besi radiator. Tentu untuk mengatasinya, Sahabat harus merapatkan selang pada radiator agar tak terjadi celah yang membuat kebocoran pada radiator.
  • Penutup pembuangan air radiator mobil kurang rapat
    Jika kebocoran masih saja terjadi setelah Sahabat mengecek poin-poin yang sudah dijelaskan sebelumnya, maka cobalah cek penutup yang ada pada pembuangan air radiator di bagian bawah. Biasanya penutup ini agak kurang rapat sehingga air radiator berkurang secara perlahan.

Baca Juga : Cek Penyebab Airbag Mobil Tidak Berfungsi

Air radiator mineral, AC, atau coolant. Mana Yang Lebih Baik?
Air tanah atau air mineral seringkali dipakai untuk mengisi radiator. Air mineral memang lebih praktis dan efisien ketimbang memakai air radiator coolant karena harganya relatif lebih mahal di pasaran. Namun, apakah semua cairan cocok untuk mengisi radiator mobil?

Dari area mesin, cairan pendingin yang sudah terkontaminasi udara panas bergerak ke arah tabung atas air radiator melalui celah katup thermostat, yaitu sekat antara mesin dan radiator. Harga Honda Solo Katup thermostat baru terbuka ketika terpapar udara panas—sekitar 195 fahrenheit (90 derajat celcius). Malfungsi pada thermostat yang tidak bisa terbuka bisa menjadi biang kerok masalah overheat karena cairan panas dari mesin tidak bisa dialirkan ke radiator.
Air tanah atau air mineral tidak bisa bekerja seefektif radiator coolant untuk mendinginkan mesin. Sebab, radiator coolant diformulasi khusus untuk menyerap panas dan mencegah korosi (karatan) pada material silinder mesin. Adapun kandungan utama dari cairan pendingin, yakni air tanpa mineral, zat anti-beku propylene glycol, dan pencegah karat. Kandungan propylene glycol membuat cairan radiator punya titik didih lebih tinggi, sekaligus titik beku lebih rendah ketimbang air biasa. Tingginya titik didih membuat coolant terhindar dari penguapan kala bersentuhan dengan temperatur tinggi mesin kendaraan. Usia pakai radiator coolant yang mengandung propylene glycol sekitar dua tahun atau 48 ribu kilometer.

Baca Juga : Aroma Mobil Tak Sedap Cek Penyebabnya